PENGEMBANGAN PROFESI GURU DAN MUTU SEKOLAH

90116769

Rasional:

  1. Jabatan guru sebagai jabatan yang berkaitan dengan pengembangan Sumber Daya Manusia
  2. Era informasi terjadi pergeseran focus pengembangan kompetensi SDM, yang berarti guru dituntut lebih professional.
  3. Pemberlakuan Undang-Undang RI nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen berkonsekuensi pada pengembangan profesi guru.

Guru Sebagai Profesi:

Profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh 3 faktor terpenting:

  1. Memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh/pada program pendidikan keahlian/ atau spesialisasi.
  2. Kemampuan memperbaiki ketrampilan dan keahlian khusus yang dimiliki.
  3. Penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki.

Bangun Kompetensi Guru:

standar-kompetensi-guru-new-6-638

Kompetensi Guru :
Kompetensi adalah pemilikan, penguasaan, ketrampilan dan kemampuan yang dituntut pada suatu jabatan.
Kompetensi guru mencakup 3 komponen pokok:

  1. Kemampuan kognitif: kemampuan guru menguasai pengetahuan, ketrampilan dan keahlian kependidikan dan
    materi bidang studi yang diajarkan.
  2. Kemampuan afektif: kemampuan mengelola seluruh aspek perasaan, emosi & sikap tertentu terhadap diri sendiri
    dan orang lain.
  3. Kemampuan psikomotor: ketrampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaanya berhubungan dengan tugas-tugasnya sebagai guru (pengajar).

Kompetensi guru mencakup: kompetensi pedagogik, kepribadian, professional, dan sosial (UU No 14 Tahun 2005

Kompetensi Professional

Kemampuan professional guru mencakup:

  1. Penguasaan materi pelajaran
  2. Penguasaan penghayatan atas landasan dan wawasan
  3. Kependidikan dan keguruan
  4. Penguasaan proses-proses pendidikan

Kompetensi profesional meliputi:

  1. Menguasai landasan pendidikan
  2. Menguasai bahan pembelajaran
  3. Mampu menyusun program pembelajaran
  4. Mampu melaksanakan program pembelajaran
  5. Mampu menilai proses dan hasil pembelajaran

Kompetensi Kepribadian:

  1. Mencakup kepribadaian yang utuh, berbudi luhur, jujur, dewasa, beriman, bermoral; kemampuan mengaktualisasikan diri seperti disiplin, tanggungjawab, peka, dan lain-lain.
  2. Tugas guru adalah untuk membantu anak didik bertaqwa dan beriman serta menjadi anak yang baik, guru diharapkan mampu menjadi teladan dalam beriman dan bertaqwa.
  3. Guru juga harus mempunyai aktualisasi diri yang tinggi, seperti bertanggungjawab, khususnya terhadap perkembangan anak didik. Memiliki kemampuan berkomunikasi, berdisiplin, guru harus memiliki sikap mau mengembangkan pengetahuan serta terbuka terhadap perkembangan pengetahuan dan bersikap ingi terus maju dengan belajar.

Kompetensi Pedagogik

Guru dituntut memahami sifat-sifat, karakter, tingkat pemikiran, perkembangan fisik dan psikis anak didiknya. Guru harus mampu menguasai teori-teori pendidikan terlebih pendidikan di zaman modern, serta mampu memahami bermacam-macam model pembelajaran.

Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial seorang guru meliputi, memiliki empati kepada orang lain; memiliki toleransi kepada orang lain; memiliki sikap dan kepribadian yang positif; mampu berkerjasama dengan orang lain.

 

Peran Guru Sebagai Agen Pembelajaran

 

  1. Sebagai Fasilitator Pembelajaran
  • Penataan Lingkungan Fisik kelas.
  • Penataan Lingkungan Psiko-sosial kelas.
  • Akrab dengan siswa dalam batas hubungan guru-siswa.
  • Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.
  1. Sebagai Motivator Pembelajaran.

Sebagai motivator, maka fungsi guru adalah memberikan surport kepada siswa-siswi agar belajar dengan sungguh-sungguh demi masa depannya. Guru memberikan penguat baik yang bersifat positif (Positive Reinforcement) maupun yang bersifat negatif (Negative Reinforcement).

  1. Sebagai Pemacu Pembelajaran.

Sebagai pemicu, guru harus mampu melipatgandakan potensi siswa dan mengembangkannya sesuai dengan aspirasi dan cita-cita mereka di masa yang akan datang. Hal ini sangat penting karena guru sangat berperan dalam membantu perkembangan siswa-siswi untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

  1. Sebagai Inspirator Pembelajaran.

Sebagai pemberi inspirasi belajar, guru harus mampu memerankan diri dan memberikan inspirasi bagi siswa, sehingga kegiatan belajar dan pembelajaran dapat membangkitkan berbagai pemikiran, gagasan dan ide-ide baru.

  1. Sebagai Perekayasa Pembelajaran.

Berhasil tidaknya proses interaksi belajar-mengajar yang dilakukan oleh guru dalam kelas, sangat tergantung bagaimana guru merekayasa konteks pembelajaran sesuai dengan tuntutan silabus mata pelajaran dan kemampuan mengaplikasikannya dalam proses belajar-mengajar. Dalam prakteknya guru hendaknya selalu memonitor dan mengevaluasi proses pembelajaran yang dilakukannya dan selalu memodifikasinya bilamana dalam aplikasinya masih banyak terdapat kelemahan-kelemahannya sehingga proses pembelajaran yang dilakukan guru selalu dinamis dan konteksual dengan perkembangan siswa-siswi di kelas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

92 − = 83