Desain Kurikulum

 

kurikulum-2013

  • Pengertian Kurikulum : Curriculum design is the outcome of a process by which the purposes of education are linked to the selection and organization of content.
  • Bentuk-bentuk rancangan kurikulum yang dipakai di persekolahan: general statement; course of study; specific teaching aids; descriptions of practice.
  • Macam-macam desain: the society-oriented curriculum, the child-centered curriculum, the knowledge-centered curriculum, dan the eclectic curriculum (Longstreet & Shane); subject matter/disciplines, specific competencies/technology, human traits/process, social functions/activities, dan individual needs and interest/activities (Saylor, dkk).
  • Asumsi-asumsi yang melandasi desain: tujuan pendidikan, sumber tujuan, karakteristik peserta didik, hakekat proses belajar, dan tipe masyarakat yang dilayani.

Langkah Mendesain Kurikulum :

  1. Menentukan hal-hal esensial yang berkaitan dengan tujuan pembelajaran dan domain.
  2. Identifikasi domain tujuan pembelajaran.
  3. Identifikasi tipe mungkin peluang belajar yang mungkin.
  4. Menentukan desain kurikulum yang cocok.
  5. Menyiapkan desain kurikulum secara tentative.
  6. Identifikasi persyaratan implementasi.

Karakteristik Desain Kurikulum:

Desain kurikulum Sumber tujuan Cara mengorganisir pembelajaran
Subject matter Mata pelajaran yang harus dipelajari Disiplin ilmu (contoh; Kimia)
Kompetensi khusus Kompetensi yang dipersyaratkan Modul pembelajaran
Sifat manusia Sifat yang dipelajari Klarifikasi nilai
Fungsi sosial Kebutuhan sosial Aktivitas kemasyarakatan
Kebutuhan individu Kebutuhan dan minat individu Belajar mandiri

 

Desain Kurikulum “Subject Matter/Discipline”

  • Asumsi-asumsi: tujuan (melatih peserta didik menggunakan ide-ide), sumber tujuan (pendidikan asik), karakteristik peserta didik (anak sebagai tabung kosong), hakekat pembelajaran (ekspositorik dan inkuiri).
  • Ciri-ciri umum: berdasarkan atas suatu struktur ilmu, pola kerja mekanik, dan memperhatikan isi dan proses belajar.
  • Komponen-komponen: tujuan (mengemukakan ide-ide), materi (struktur disiplin ilmu), proses pembelajaran (ekspositorik dan inkuiri), evaluasi (bervariasi sesuai tujuan dan sifat mata pelajaran).
  • Kelebihan: cocok di PT, logis dan sistematis, dan isi komprehensif. Kelemahannya; mengabaikan karakter peserta didik dan kurang memperhatikan proses.

Desain Kurikulum “Specific Competencies/Technology”

  • Asumsi-asumsi; tujuan (mengubah perilaku yang teramati dan terukur), sumber tujuan (pendidikan berbasis kompetensi), karakteristik peserta didik (anak sebagai individu yang aktif), hakekat pembelajaran (pembelajaran individual).
  • Ciri-ciri umum; berdasarkan atas suatu kompetensi tertentu, pola kerja sistematik, dan memperhatikan kinerja dan proses belajar
  • Komponen-komponen; tujuan (mengubah perilaku sesuai kebutuhan masyarakat), materi (kompetensi), proses pembelajaran (individual), evaluasi (berbasis kinerja).
  • Kelebihan; efisien dan efektif, penguasaan materi terjamin, dan akuntabilitas terpenuhi. Kelemahannya; metode cenderung seragam, kurang mampu memenuhi semua kebutuhan siswa, transfer of learning result lemah, sulit diterapkan untuk pembelajaran afektif.

Desain Kurikulum “Human Traits/Process”

  • Asumsi-asumsi; tujuan (mengembangkan sifat kepribadian peserta didik), sumber tujuan (pendidikan nilai), karakteristik peserta didik (pribadi yang unik), hakekat pembelajaran (value clarification).
  • Ciri-ciri umum; berfokus pada sifat kepribadian, individual experience, dan pengembangan diri.
  • Komponen-komponen; tujuan (pengembangan kepribadian), materi (nilai-nilai moral), proses pembelajaran (latihan inkuiri), evaluasi (tindakan).
  • Kelebihan; pengembangan sifat kritis. Kelemahannya; sulit dilakukan, dipengaruhi pengalaman individual secara total, sulit melihat dampaknya, dan tak ada dukungan public.

Desain Kurikulum “Social Functions”

  • Asumsi-asumsi; tujuan (pengembangan masyarakat demokratis), sumber tujuan (problem masyarakat), karakteristik peserta didik (warga masyarakat yang baik), hakekat pembelajaran (masyarakat demokratis).
  • Ciri-ciri umum; berakar pada masyarakat/problem masyarakat.
  • Komponen-komponen; tujuan (masyarakat demokratis), materi ( kebutuhan masyarakat), proses pembelajaran (problem solving), evaluasi (authentic assessment).
  • Kelebihan; siswa peka dan kritis terhadap masalahKelemahan; pengembangan materi kurang memperhatikan struktur ilmu, kurang cocok untuk pengembangan ilmuwan.

Desain Kurikulum  Individual Needs And Interests”

  • Asumsi-asumsi; tujuan (pengembangan potensi anak secara individual), sumber tujuan (pendidikan progresivism), karakteristik peserta didik (pribadi yang unik), hakekat pembelajaran (problem solving).
  • Ciri-ciri umum; berdasarkan atas kebutuhan individu, fleksibel, dan membantu siswa secara individual.
  • Komponen-komponen; tujuan (pengembangan potensi anak secara individual), materi (kebutuhan individual), proses pembelajaran (problem solving), eval asi ( es dan non tes).
  • Kelebihan; memenuhi kebutuhan individual. Kelemahannya; tak mampu memenuhi semua tujuan masyarakat.

Model Hipotesis Dan Adaptasi Kurikulum Untuk Masyarakat Abad 21

  1. Desain kurikulum yang dihipotesiskan relevan untuk masyarakat abad 21 adalah desain kurikulum integrated, multikultural, dan teknologis/kompetensi.
  2. Adaptabilitas kuri ulum untuk masyarakat abad 21 yaitu; potensi anak.

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 − = 25