Teori-Teori Pendidikan

images

A. Teori Pendidikan Klasik.

Berlandaskan pada filsafat klasik, yang memandang bahwa pendidikan berfungsi sebagai upaya memelihara, mengawetkan dan meneruskan warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih menekankan peranan isi pendidikan dari pada prosesnya.  Isi pendidikan atau bahan pengajaran diambil dari sari ilmu pengetahuan yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh para ahli di bidangnya dan disusun secara logis dan sistematis. Misalnya teori fisika, biologi, matematika, bahasa, sejarah dan sebagainya.

Ada dua model konsep pendidikan klasik yaitu perenialisme dan esensialisme. Keduanya memiliki pandang yang sama tentang masyarakat, bahwa masyarakat bersifat statis.
1.Perenialisme
Filsafat Perenalisme memandang bahwa situasi di dunia dewasa ini penuh dengan kekacauan, ketidakpastian terutama dalam hal moral intelektual dan sosio kultural. Untuk mengatasi kekacau tersebut para kaum perenialis mengatasinya dengan cara berjalan mundur kebelakang dengan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup masyarakat kuno. Mereka lebih berorentasi ke masa lampau dan kurang mementingkatkan tuntutan-tuntutan masyarakat yang berkembang pada sekarang (Sukmadinata, 2009:8). Mereka percaya bahwa pandangan tersebut memiliki kualitas yang dapat dijadikan tuntutan hidup (Sadulloh, 2012:151). Di dalam dunia yang tidak menentu seperti sekarang ini tidak ada satupun yang lebih bermanfaat daripada kepastian tujuan pendidikan, serta kestabilan dalam perilaku pendidik.

Dalam pendidikan perenialisme ini lebih menekankan pada humanitas, pembentukan pribadi, dan sifat-sifat mental. Sedangkan kurikulum menurut para kaum perenalis harus menekankan pada pertumbuhan intelektual siswa pada seni dan sains. Untuk menjadi “terpelajar secara kultur” karena seni dan sains merupakan karya terbaik paling signifikan yang diciptakan manusia.

  1. Esensialisme.

Esensialisme berkembang di Amerika Serikat dalam mayarakat industri. Pendidikan ini lebih mengutamakan sains daripada humnistis. Mereka lebih pragmatis, pendidikan diarahkan dalam mempersiapkan gnerasi muda untuk terjun ke dunia kerja. Konsep ini lebih berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Isi pengajaran lebih diarahkan kepada pembentukam keterampilan dan pengembangan kemampuan vocational. Para esensial bersifat praktis mengutamakan kerja, mereka menghargai seni, keindahan dan humanistis sepanjang hal itu mendukung kehidupan sehari-hari, kehidupan produktif. Tujuan utama pendidikan, menurut para esensialis adalah (1) memperoleh pekerjaan yang lebih baik, (2) dapat bekerja sama lebih baik dengan orang dari berbagai tingkatan/lapisan masyarakat (3) memperoleh pengahasilan lebih banyak. Mereka berfikiran praktis bahwa pendidikan adalah jalan untuk mencapai sukses dalam kehidupan, terutama sukses secara ekonomis (Sukmadinata,2009:9).

B. Pendidikan pribadi.

Pendidikan pribadi lebih mengutamakan peranan siswa. Konsep pendidikan ini bertolak dari anggapan dasar bahwa sejak dilahirkan anak telah memiliki potensi. Pendidika diibaratkan persemaian yang berfungsi untuk menciptaka lingkungan yang menunjang dan terhindar dari hama – hama.

Pendidikan berdasar dari kebutuhan dan minat siswa. Siswa menjadi subyek pendidikan. Seorang pendidik berperanuntuk menyampaikan informasi dan ahli dalam disiplin ilmu, juga sebagai psikolog yang mengerti kebutuhan dan masalah siswa.

Teori ini memiliki dua aliran, yaitu :

  • Pendidikan progresif

Aliran ini dipopulerkan oleh John Dewey yang telah melakukan percobaan dengan menggunakan sekolah sebagai laboratoriumnya. John Dewey menerapkan prinsip belajar sambil berbuat ( learning by doing ). Perkembangan emosi dan social siswa sama pentingnya dengan perkembangan intelektualnya. Isi pengajaran berasal dari pengalaman siswa sendiri yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Guru berperan sebagai ahli dalam metodologi dalam bahan ajar.

  • Pendidikan romantik

Pendidikan romantik berasal dari pemikiran Jean Jacques Rousseau yang mengemukakan bahwa semua ciptaan Tuhan termasuk anak adalah baik dan menjadi kurang baik atau rusak di tangan manusia. Secara almiah, manusia baik, merdeka dan gentle. Ia menolak pendidikan yang mengutamakan pada intelektual. Pendidikan adalah proses individual yang berisi pengembangan kemampuan anak berkat interaksi dengan berbagai aspek dalam lingkungannya. Pengalaman merupakan isi sekaligus guru alamiah dari anak.

C. Pendidikan Teknologi

Pendidikan teknologi mempunyai persamaan dengan pendidikan klasik tentang peranan pendidikan dalam menyampaikan informasi. Yang diutamakan dalam teknologi pendidikan adalah pembentukan dan penguasaan kompetensi bukan pengawetan dan pemeliharaan kebudayaan lama juga berorientasi ke masa sekarang dan yang akan datang.

Perkembangan pendidikan teknologi dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan teknologi, karena pendidikan teknologi berdasarkan prinsip –prinsip ilmu dan teknologi dalam pendidikan. Konsep pendidikan ini mengutamakan empiris, informasi objektif  yang dapat diamati dan diukur serta dihitung secara statistik. Bagi konsep pendidikan ini memandang manusia mereaksi terhadap rangsangan dari lingkungannya, perilakunya dapat dibentuk dengan teknologi perilaku.

Menurut teori ini, pendidikan adalah ilmu bukan seni. Pendidikan adalah cabang dari teknologi. Efisien merupakan cirri dari teknologi pendidikan. Isi pendidikan berupa data – data objektif dan keterampilan yang mengarah kepada kemampuan vocational. Kurikulum pendidikan teknologi menekankan kompetensi – kompetensi praktis.

 

D. Pendidikan Interaksional

Konsep pendidikan ini bardasarkan dari pemikiran manusia sebagai makhluk sosial. Pendidikan sebagai salah satu bentuk kehidupan, berintikan kerja sama dan interaksi. Pendidikan interaksional menekankan interaksi dua pihak, dari guru kepada siswa dan dari siswa kepada guru, interaksi ini juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar dan dengan lingkungan, antara pemikiran siswa dengan kehidupannya. Interaksi ini terjadi melalui berbagai bentuk dialog.

Dalam pendidikan interaksional, nelajar lebih dari sekedar mempelajari fakta-fakta. Siswa mengadakan pemahaman eksperimental dari fakta-fakta tersebut, memberikan interpretasi yang bersifat menyeluruh serta memahaminya dalam konteks kehidupannya.

Interaksi juga terjadi antara siswa dengan bahan ajar, interaksi ini pada tahap tingkat mencari makna baik makna social (socially conscious) maupun makna pribadi (self conscious). Isi atau bahanajar ini berkenan dengan lingkungan social-budaya yang mereka hadapi saat ini. Setelah mengetahui makna dari fakta-fakta dari nilai-nilai social budaya, mereka mengadakan evaluasi, kritik dari sudut kepentingannya bagi kesejahteraan umat manusia.

Siswa sebagai individu selalu berinteraksi dengan lingkungannya dan selalu ada hubungan timbale balik antara keduanya. Pandangan-pandangannya mempengaruhi bentuk dan pola lingkungan, di lain pihak kekuatan dan keterbatasan lingkungan mempengaruhi individu siswa.

Sekolah merupakan pintu untuk memasuki masyarakat, menentukan stratifikasi social, dan memberikan kesiapan untuk melakukan berbagai pekerjaan, sekolah menyiapkan anak dengan berbagai keterampilan social juga keterampilan bekerja. Lebih jauh, sekolah juga berperan dalam membina sikap positif terhadap dunia kerja, disiplin kerja dan sebagainya. Pendidikan berperan dalam mengembangkan identitas pribadi, memperbaiki modus dari kehidupan.

Proses belajar dalam model interaksional terjadi melalui dialog dengan orang lain, yaitu guru, teman, atau yang lainnya. Belajar adalah kerja sama dan saling kebergantungan dengan orang lain. Melalui interaksi maka akan muncul pengetahuan, pendapat, sikap, dan keterampilan-keterampilan baru. Guru berperan dalam menciptakan situasi dialog dengan dasar saling mempercayai dan saling membantu.

Kurikulum pendidikan interaksional menekankan baik pada isi maupun proses pedidikan sekaligus. Isi pendidikan terdiri atas problem-problem nyata yang actual yang dihadapi dalam kehidupan di masyarakat.

Sumber :

http://sinautp.weebly.com/teori-pendidikan.html

https://theofani19.wordpress.com/2012/04/05/teori-teori-pendidikan-klasik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 8