Pengertian Pendidikan Sebagai Suatu Sistem

sistempendik 

Pengertian Sistem

Istilah sistem berasal dari bahasa Yunani “systema”, yang berarti sehimpunan bagian atau komponen yang saling berhubungan secara teratur dan merupaka suatu keseluruhan. Sistem merupakan istilah yang memiliki makna sangat luas dan dapat digunakan sebagai sebutan yang melekat pada sesuatu. Suatu perkumpulan atau organisasi adalah sebagai sistem, yang kemudian orang menyebutnya dengan istilah sistem organisasi. Pendidikan sebagai sebuah sistem, yang kemudian orang menyebutnya dengan istilah sistem pendidikan. Begitu seterusya, bahwa setiap, jenis organisasi, apapun bentuknya, akan disebut sistem. Roger A Kaufman mendefinisikan sistem sebagai jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang bekerja secara independent dan bekerja bersama untuk mencapai hasil yang dikehendaki berdasarkan asas kebutuhan. Notonagoro mengatakan bahwa system adalah suatu rangkaian keseluruhan kebutuhan kesatuan. Webster’s third New International Dictionary, sistem adalah suatu kesatuan kompleks yang dibentuk dari berbagai bagian yang tunduk pada rencana umum atau mengabdi suatu tujuan umum dan sekumpulan objek yang bekerjasama dan interaksi yang teratur atau interdependensi. Kesimpulannya adalah sistem merupakan suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dari komponen-komponen yang saling berinteraksi atau interdependensi dalam mencapai tujuan.

Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1984/1985) setiap sistem mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

  • Tujuan
  • Fungsi – fungsi
  • Komponen – komponen
  • Interaksi atau saling hubungan
  • Penggabungan yang menimbulkan jalinan perpaduan
  • Proses transformasi
  • Umpan balik untuk koreksi
  • Daerah batasan dan lingkungan

Karakteristik Teori Sistem

  • Keseluruhan bersifat primer, bagian-bagian bersifat sekunder.
  • Integrasi adalah kondisi saling hubungan antara bagian-bagian.
  • Bagian-bagian membentuk sebuah keseluruhan.
  • Bagian-bagian memainkan peranan mereka dalam kesatuannya untuk mencapai tujuan dari keseluruhan.

Karakteristik Sistem

  • Memiliki tujuan.
  • Memiliki batas yang memisahkannya dari lingkungannya.
  • Memiliki sifat wholism (memiliki unsur/bagian/komponen yang saling berhu-bungan/ketergantungan sebagai suatu keseluruhan).
  • Ada proses transformasi, yaitu mengubah masukan menjadi keluaran.
  • Memiliki sub sistem-sub sistem dan berhubungan dengan supra sistem.

Unsur-unsur Sistem Pendidikan:

Raw input : individu dg karakteristik tertentu yang akan mengalami proses pendidikan.

Instrumental input : segala sesuatu yang sengaja diadakan atau dirancang untuk keperluan pendidikan (kurikulum, program, pendidik, dst.);

Environmental input : berupa lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial;

Output : peserta didik yang telah mengikuti proses pendidikan dalam waktu tertentu dan telah mengalami perubahan tingkah laku dengan kualifikasi tertentu (tujuan pendidikan).

Pendidikan Sebagai Proses Komunikasi Dalam Pembelajaran

Komponennya adalah sebagai berikut :

  • Pengajar dapat menjalankan fungsinya sebagai komunikator.
  • Pembelajar sebagai komunika
  • Materi pelajaran sebagai pesan.
  • Alat bantu pembelajaran sebagai media dalam pembelajaran.
  • Umpan balik yang manifestasinya dapat berupa pertanyaan, jawaban, dan persilangan pendapat, baik dari pengajar ataupun pembelajar, diantaranta yaitu : sumber pesan, pesan, penerima pesan, saluran yang digunakan.

Tujuan Perencanaan Sistem Pendidikan

Suatu sistem selalu berkitan dengan pencapaian suatu tujuan. Dalam lingkup sistem pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

Untuk mencapai tujuan pendidikan, perlu disusun dan difungsionalkan suatu system penyelenggaraan pendidikan yang baik. Berbagai komponen dalam sistem perlu dikenali, dipahami dan dikembangkan secara seksama, sehingga benar – benar dapat berfungsi dengan tepat. Disinilah letak pentingnya pendekatan sistem dalam penyelenggaran pendidikan. Dengan pendekatan sistem sapat dikenali kelemahan masing – masing komponen. Dengan demikian dapat dilakukan perbaikan terhadap kelemahan – kelemahan itu dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien.

Berdasarkan uraian diatas, pendekatan sistem dapat menghasilkan kebijakan yang berupa pembaharuan sebagian atau menyeluruh, bertahap atau sekaligus. Kebijakan atau keputusan ini dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal.

Pendidikan Sebagai Sesuatu Yang Bermanfaat

Pendidikan pada intinya adalah menjadikan individu manusia dewasa yang mempunyai kemampuan berpikir dan juga keterampilan juga memiliki kepribadian yang berakhlak mulia juga akan senantiasa memberikan konstribusi yang berguna dan bermanfaat terhadap manusia lainnya.

Yang perlu diperhatikan pada awalnya adalah manusia sebagai peserta didik. Manusia adalah makhluk yang memiliki beragam potensi yang perlu digali melalui pendidikan . Juga perlu adanya lingkungan yang mendukung dengan berbagai saran dan prasarana yang sesuai dengan kondisi yang ada juga dengan sistem kurikulum pendidikan aspiratif yang dibutuhkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Adnya upaya terus menerus dari orangtua, masyarakat dan lingkungan untuk memberikan peserta didik tersebut sebuah stimulus agar peserta didik tersebut bisa tumbuh sesuai perkembangannya. Maka dari itu perlu adanya keterlibatan antara orang tua, masyarakat dan lingkungan dalam memberikan terobosan-terobosan baru dalam bidang pendidikan tersebut.

Peserta didik dalam perkembangannya akan mengalami proses tumbuh untuk mencari jati diriinya sesuai dengan proses pendidikan yang mereka alami yang sesuai dengan perkembangan jiwa mereka. Maka dari itu, akan timbul ketidakstabilan atau keterguncangan pada dirinya yang bersumber dari dalam dirinya atau dari lingkungannya. Ketidakstabilan ini akan memicu sifat-sifat egoisnya. Maka dari itu, perlu adanya tindakan-tindakan pro aktif dari orang tua, masyarakat dan lingkungan untuk mengantisipasi dan memproteksi perkembangan jiwa peserta didik sebagai bentuk membimbing peserta didik menjadi pribadi yang bertanggung jawab untuk dirinya sendiri sebagai bagian dari proses pembentukan perkembangan jiwanya.

Diharapkan pendidikan yang terbentuk pada msyarakat adalah yang memberikan dan mampu menyiapkan peserta didik yang tumbuh dengan sehat dan memiliki kemampuan dan keterampilan yang berguna bagi dirinya dan orang lain.

 

Tantangan Sistem Pendidikan

  • Kemampuan untuk mengetahui pola-pola perubahan dan kecenderungan yang sedang berjalan
  • Kemampuan untuk menyusun gambar tentang dampak yang akan ditimbulkan oleh kecenderungan-kecenderungan yang sedang berjalan tadi
  • Kemampuan untuk menyusun program penyesuaian diri yang akan ditempuhnya dalam jangka waktu tertentu, misal dalam jangka waktu tertentu

Sumber :

Dwi Siswoyo, dkk. 2013. Ilmu Pendidikan.Yogyakarta: Uny Press.

http://www.bergells.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

78 + = 88