FONDASI-FONDASI PENDIDIKAN

Pendidikan sebagai fenomena yang melekat dalam kehidupan manusia, di dalamnya senantiasa ada upaya yang bertujuan untuk memanusiakan manusia itu sendiri, sistem pendidikan bertujuan ”to improve as a man”. Pendidikan pada hakekatnya adalah ”process leading to the enlightement of mankind” . Pendidikan merupakan suatu upaya mengembangkan atau mengaktualisasikan seluruh potensi kemanusiaan ke taraf yang lebih baik dan lebih sempurna.

Pendidikan tidak hanya dipandang kegiatan investasi untuk masa depan, namun harus berbicara sampai sejauh mana mampu memberikan kontribusi positif bagi penyelesaian permasalahan kekiniaan. Masa lampau menjadi pondasi dasar untuk pijakan bagi pengembangan selanjutnya. Sehingga dengan istilah lain dasar pengembangan pendidikan berpijak pada akar historis, akar filosofis, akar sosiologis dan akar psikologis. Dasar pengembangan atau lebih dikenal dengan fondasi-fondasi pendidikan yang merupakan fakta-fakta dan prinsip-prinsip dasar yang melandasi pencarian kebijakan-kebijakan dan praktik pendidikan yang berharga dan efektif. Prinsip-prinsip ini adalah dasar dibangunnya rumah pendidikan. Jika dasar itu adalah substansial, sandaran dari struktur itu kemungkinan akan kuat, dan sebaliknya

Dasar pengembangan atau lebih dikenal dengan fondasi-fondasi pendidikan yang merupakan fakta-fakta dan prinsip-prinsip dasar yang melandasi pencarian kebijakan-kebijakan dan praktik pendidikan yang berharga dan efektif. Prinsip-prinsip ini adalah dasar dibangunnya rumah pendidikan. Jika dasar itu adalah substansial, sandaran dari struktur itu kemungkinan akan kuat, dan sebaliknya. (Sanford W. Reitman, 1977).

PENGERTIAN FONDASI PENDIDIKAN

  • Fondasi: sesuatu yg memberi dasar/ landasan terhadap sesuatu.
  • Fondasi memuat nilai-nilai positif yg dianut dan diyakini kebenarannya.
  • Umar Tirtarahardja dan La Sulo (1994), fondasi pendidikan : pijakan dan penentu isi dan arah pendidikan.
  • Made Pidarta (2000), Fondasi pendidikan : sesuatu yg harus diikuti dalam upaya mengembangkan pendidikan.
  • Dirto Hadisusanto, Fondasi pendidikan: sesuatu yg mendasari pelaksanaan pendidikan
  1. Fondasi Historis

Mengandung beberapa substansi, yaitu : 1. Membimbing untuk menilai ide-ide yang masih survive dari masa lampau dan mendorong kita untuk menolak ide-ide yang sudah tidak sesuai, 2. Membantu kita untuk menjadi ”intelligent thinking educational workers”, 3. Membantu untuk memilih tujuan, isi pendidikan, dan proses pendidikan modern, 4. Memberikan bahan-bahan untuk pemikiran pendidikan secara kreatif, 5. Menstimulasi kita untuk melengkapi karya para tokoh besar dan melaksanakan ide–ide mereka sesuai dengan kondisi sekarang, 6. Mengembangkan sikap yang berharga seperti kerendahan hati dan kesabaran, 7. Memberikan pengetahuan yang berharga tentang perkembangan peradaban, 8. Sebagai pendekatan yang baik untuk studi tentang prinsip-prinsip pembaharuan social, industri dan politik. (Elmer Harrison Wilds, 1957).

  1. Fondasi Filosofis

Memberikan makna bahwa hakekat pendidikan adalah proses pengembangan seluruh potensi kemanusiaan baik fisik-jasmaniahnya maupun psikhis-roklhaniahnya kearah yang lebih sempurna, lebih baik dan lebih bijaksana. Pendidikan itu upaya untuk memerdekakan manusia dalam arti bahwa manusia menjadi manusia yang mandiri, agar tidak tergantung kepada orang lain. Kemerdekaan terdiri dari mandiri, berdiri sendiri, tidak tergantung pada orang lain dan megatur dirinya sendiri. Pendidikan berarti pula sebagai daya upaya untuk memajukan pengembangan budi pekerti (kekuatan batin), fikiran (“intellect”) dan jasmani. Maksudnya ialah supaya kita dapat memajukan kesempurnaan hidup, yakni kehidupan dan penghidupan peserta didik, selaras dengan alamnya dan masyarakatnya.(Ki Hajar Dewantara 1956)

  1. Fondasi sosiologis 

Memberikan beberapa makna bagi pengembangan pendidikan, yakni :

  1. Apresiasi terhadap adanya kenyataan pluralitas budaya dalam masyarakat,
  2. Pengakuan terhadap harkat manusia dan hak asasi manusia,
  3. Pengembangan tanggungjawab masyarakat dunia
  4. Pengembangan tanggungjawab manusia terhadap planet bumi.(Tilaar, 2003)

Peran pendidikan dipahami bukan saja dalam konteks mikro (kepentingan anak didik melalui proses interaksi pendidikan) melainkan juga dalam konteks makro, yaitu kepentingan masyarakat bangsa, negara dan kemanusiaan. Hubungan antara pendidikan dan masyarakat berarti mencakup hubungan pendidikan dengan perubahan sosial, tatanan ekonomi, politik dan negara. Maka dituntut mampu memperhitungkan dan melakukan antisipasi perkembangan sosial, ekonomi, politik secara simultan. Peserta didik dipandang sebagai orang yang merupakan bagian dari masyarakat, sehingga proses pendidikan harus memiliki orientasi terhadap masyarakat. Pendidikan adalah sebuah proses sosial bagi orang yang belum maupun sudah dewasa untuk menjadi bagian aktif dan partisipatif dalam masyarakat.

  1. Fondasi Psikologis

Mengandung beberapa dimensi. Perkembangan manusia dialami sepanjang rentang kehidupan manusia, dimulai sejak terjadinya konsepsi sampai saat bayi dilahirkan (masa prenatal), masa bayi, masa kanak-kanak awal, masa kanak-kanak akhir, masa remaja, masa dewasa dini, masa dewasa madya, dan masa usia lanjut. Tiap-tiap tahap perkembangan memiliki karakteristik perilaku yang berbeda satu sama lain, dan masing-masing karakteristik perkembangan masih dibedakan berdasar tinjauan dari aspek fisik, kognitif, dan sosial emosional. Para pendidik perlu memahami karakteristik perkembangan diri peserta didiknya, agar pendidikan yang diberikan dapat disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangannya.

Pengejawantahan fondasi-fondasi pendidikan  menjadi fondasi dasar pengembangan pendidikan yang di teruskan pada konteks aksi riel di dunia nyata pendidikan memerlukan pemikiran yang mendalam dan komprehensif. Pada praktiknya, program pendidikan harus senantiasa dikawal dan dikembalikan pada empat akar pendidikan diatas.

  • Imam Barnadib: pendidikan tidaklah diselenggarakan secara steril & terpisah dari konteks masyarakatnya.
  • Anita Lie: pendidikan tidak terjadi di ruang hampa melainkan ada dalam realita sosial yang selalu berubah.

WUJUD FONDASI PENDIDIKAN

  • Imran Manan (1989): wujud fondasi pendidikan à semua kehidupan masyarakat yang mendasari pendidikan. Aspek sosial-budaya, sejarah, dan filosofi, yang semuanya memberikan arah penyelenggaraan pendidikan.
  • Fagerlind and J.Saha (1983), wujud fondasi pendidikan à 3 aspek hidup masyarakat : sosial, budaya, dan ekonomi sebagai fondasi pendidikan.
  • Suparlan Suhartono (2008): wujud fondasi pendidikan à berupa fondasi ekonomi, politik, dan hukum.
  • Umar Tirtarahardja dan La Sulo (1994) menyebut lima fondasi pendidikan à filosofis, sosiologis, kultural, psikologis, ilmiah dan teknologis.

Fondasi-fondasi praktek penyelenggaraan pendidikan secara umum, meliputi:

  • Sistem Ekonomi masyarakat
  • Sistem politik masyarakat
  • Sistem hukum masyarakat
  • Sistem ideologi masyarakat
  • Sistem sosial masyarakat
  • Sistem Budaya masyarakat
  • Sistem ilmu pengetahuan dan teknologi

Menurut Van Cleve Morries, ilmu pendukung/ ilmu fondasi pend meliputi:

  • Historical and philosophical foundations of education.
  • Sociological and Psychological foundations of education

Frank H. Blackington & Robert S. Patterson:

Ada 9 ilmu fondasi pend, yg dikenal dg ’foundations of education’

Yaitu: (1) filsafat pendidikan, (2) sejarah pendidikan, (3) ekonomi pendidikan, (4) politik pendidikan, (5) sosiologi pendidikan, (6) antropologi pendidikan, (7) psikologi pendidikan, dan (8) Aestetika Pendidikan, (9) pendidikan komparatif.

Peran Fondasi Pendidikan

  • Giving capital, yaitu memberi modal agar penyeleng pendidikan dan ilmu pendidikan dapat berkembang menjadi baik.
  • Directing, yaitu memberi arah dan menuntun ke arah mana penyelengaraan pendidikan di masyarakat diarahkan.
  • Framing, yaitu memberi rambu-rambu dan garis-garis batas agar penyelenggaraan pendidikan tidak menyimpang dari nilai-nilai yang diidealkan

Daftar Pustaka :

https://stkipbsiktb.wordpress.com/2011/06/10/makalah-tentang-pendidikan-sebagai-disiplin-ilmu/

http://pengertiandefinisii.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-pendidikan-menurut-para-ahli.html

http://www.kompasiana.com/endahenny/fondasi-kokoh-pendidikan_5529f00e6ea8349c0a552d17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 25 = 32