ILMU PENDIDIKAN

Definisi Ilmu

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka disebutkan, bahwa Ilmu adalah Pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Mohammad Hatta menjelaskan, bahwa tiap-tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurutnya bangunnya dari dalam.

Prof. Drs. Harsoyo menjelaskan, bahwa ilmu itu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan, juga merupakan pendekatan atau suatu metode pendekatan terhadap  seluruh dunia empiris, yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Dan merupakan suatu cara menganalisa yang mengizinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan sesuatu proposisi dalam bentuk “jika …., Maka … “.

Berdasarkan uraian di atas, maka bisa diambil suatu kesimpulan bahwa ilmu adalah usaha pemahaman manusia yang disusun dalam satu sistema mengenai kenyataan, struktur, pembagian, bagian-bagian dan hukum-hukum tentang hal-ihwal yang diselidiki (alam, manusia dan agama) sejauh yang dapat dijangkau daya pemikiran yang dibantu penginderaan manusia itu, yang kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksperimental.

Definisi Pendidikan

Secara historis, pendidikan dalam arti luas telah mulai dilaksanakan sejak manusia berada di muka bumi ini. Adanya pendidikan adalah setua dengan adanya kehidupan manusia sendiri. Dengan peradaban manusia, berkembang pula isi dan bentuk termasuk perkembangan penyelenggaran pendidikan. Ini sejalan dengan kemajuan manusia dalam pemikiran dan ide-ide tentang pendidikan.

Menurut John Dewey dalam bukunya Democracy and Education, (1950 : 89-90), pendidikan adalah rekonstruksi  atau reorganisasi pengalaman yang menambah makna pengalaman, dan yang menambah kemampuan untuk mengarahkan pengalaman selanjutnya. Federick Mayer dalam bukunya Foundations of Education (1963: 5) menyatakan bahwa pendidikan adalah suatu proses yang menuntun pencerahan umat manusia.Wasti Sumanto dan Hendyat Soetopo dengan mengutip pendapat Crow&Crow menjelaskan, bahwa pendidikan adalah proses pengalaman yang memberikan pengertian, pandangan (insight) dan penyesuaian bagi seseorang yang menyebabkan ia menjadi semakin berkembang.

Dan menurut Good V. Carter dalam bukunya ‘Dictionary of Education’ menjelaskan, bahwa Pendidikan adalah: “The Aggragate of all the process by mean of wich a person develops abilities, attitudas and other from of behavior of positive value in society in wich he lives” (Kumpulan dari semua proses yang memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk perilaku yang bernilai positif di dalam masyarakat dimana ia hidup). Dan pada bagian lain di katakan, bahwa Pendidikan itu adalah: “The social process by wich people are subjected to the influence of a selected and controlled envirenment, so that they may attain social competence and optimum individual development”. (Proses sosial ketika seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol sehingga mereka dapat memperoleh kemampuan sosial dan perkembangan individu secara optimal”.

Sedangkan dalam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994) Kata Pendidikan diartikan sebagai proses perubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka menjelaskan, bahwa kata Pendidikan berasal dari kata dasar didik, yang artinya memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan arti dari Pendidikan adalah Proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, dan perbuatan mendidik.

Berdasarkan uraian di atas, maka bisa diambil suatu pemahaman, bahwa Pendidikan itu adalah suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya, dan sebagai usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna. Atau juga bisa diartikan suatu usaha yang dilakukan orang dewasa dalam situasi pergaulan dengan anak-anak melalui proses perubahan yang dialami anak-anak dalam bentuk pembelajaran atau pelatihan dan perubahan itu meliputi pemikiran (kognitif), perasaan (afektif) dan keterampilan (psikomotorik).

Definisi Ilmu Pendidikan

Dan Ilmu pendidikan adalah suatu kumpulan pengetahuan atau konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna.

Macam – macam Dasar Pendidikan

Telah dikatakan bahwa pendidikan itu diselenggarakan dan dilaksanakan oleh manusia berdasarkan landasan pemikiran filsafat tertentu. Apakah hakekat pendidikan itu, mengapa pendidikan itu dapat dan harus berlangsung atau diberikan pada manusia, apa tujuan yang akan dicapai oleh pendidikan, merupakan contoh perlunya kajian terhadap landasan pendidikan. Jawaban ini dapat dikembalikan pada siapa manusia itu atau hakekat manusia. Kajian terhadap hakekat  manusia merupakan kajian filosofis terhadap manusia yang dipakai sebagai landasan pendidikan, merupakan salah satu contoh dasar atau landasan pendidikan yaitu landasan filosofis. Pendidikan yang diselenggarakan oleh suatu masyarakat atau bangsa berdasarkan landasan filosofis, sosiologis, historis, kultural, dan psikologis tertentu, sesuai dengan apa yang ada dalam masyarakat atau bangsa itu. Sistem pendidikan itu berkaitan dengan watak nasional suatu bangsa, baik yang bersifat natural, maupun yang bersifat spiritual. Semuanya ini melatarbelakangi konsep atau sistem pendidikan yang dianut oleh suatu bangsa. Elmer Harrison Wild (1957) berpendapat  bahwa (1) Perbedaan fisik, sosial, ekonomik dan politik di sekitar manusia menyebabkan perbedaan filsafat hidupnya. (2) Perbedaan filsafat hidup menyebabkan perbedaan kebutuhan akan pendidikan. (3) Kebutuhan akan pendidikan menyebabkan perbedaan konsep pendidikan. (4) Perbedaan konsep pendidikan akan tercermin dalam kurikulum, metode mengajar, dan praktik persekolahan.

Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilaksanakan oleh pendidikan (Dirto Hadisusanto, dkk, 1995: 57). Tugas atau misi pendidikan itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik maupun kepada masyarakat bangsa di tempat ia hidup. Bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan dapat hidup wajar sebagai manusia. Fungsi pendidikan terhadap masyarakat ada dua bagian besar, yaitu fungsi preserveratif dan fungsi direktif. Fungsi preserveratif dilakukan dengan melestarikan tata sosial dan tata nilai yang ada dalam masyarakat, sedangkan fungsi direktif dilakukan oleh pendidikan sebagai agen pembaharuan sosial, sehingga dapat mengantisipasi masa depan. Selain itu pendidikan mempunyai fungsi (1) menyiapkan sebagai manusia, (2) menyiapkan tenaga kerja, (3) menyiapkan warga negara yang baik.

Di Indonesia, menurut pasal 2 UU No. 20 Tahun 2003, fungsi pendidikan ditetapkan sebagai berikut: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabatdalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa …” Di sini tersirat ada fungsi pendidikan sebagai nation and chacracter building, yang selama ini banyak dikritik agak terabaikan. Dari bermacam-macam fungsi tersebut jelaslah bahwa pendidikan mengemban fungsi yang sangat luas karena menyentuh segala segi kehidupan manusia.

Tujuan Pendidikan

Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Merupakan suatu yang logis bahwa pendidikan itu harus dimulai dengan tujuan yang diasumsikan sebagai nilai. Tanpa adanya tujuan, maka dalam praktek pendidikan tidak ada artinya (Moore, T.W. 1974: 86). Dasar pendidikan sebagaimana diuraikan sebelumnya, berhubungan erat dengan tujuan pendidikan, karena tujuan pendidikan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan.

 

Daftar Pustaka

Dwi Siswoyo, dkk. 2013. “Ilmu Pendidikan”.Yogyakarta : UNY Press.

https://suaranuraniguru.wordpress.com/2011/11/29/pengertian-ilmu-pendidikan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 2